Friday, July 25, 2014

Al-Ankaabut Ayat 24 dan 25

Al-Ankaabut Ayat  24  dan  25

بسم الله الرحمن الرحيم

29:24

 29:25
Terjemahan ayat:

24.     Kemudian seruan Nabi Ibrahim tidak dijawab oleh kaumnya melainkan dengan kata-kata (tentangan yang kasar):  “Bunuhlah dia atau bakarlah dia”.  Maka Allah selamatkan Nabi Ibrahim dari api (yang disediakan oleh kaumnya).  Sesungguhnya peristiwa yang demikian, mengandungi tanda-tanda (yang membuktikan kekuasan Allah) bagi kaum yang (mahu) beriman
25.     Dan Nabi Ibrahim berkata pula  (kepada kaumnya):  “Perbuatan kamu menyembah berbagai berhala, tidak menyembah Allah itu, hanyalah kerana menjaga hubungan kasih mesra di antara kamu masing-masing dalam hidupan dunia ini;  kemudian pada hari kiamat kelak setengah kamu akan membantah setengahnya yang lain, dan setengah kamu pula akan melaknatkan setengannya yang lain; dan  (kesudahannya)  tempat kembali kamu ialah neraka, dan kamu tidak akan beroleh sesiapapun yang dapat memberikan pertolongan.

Coretan  madah:

Kaum kufur bertindak kejam
Nabi Ibrahim mereka ancam
Dibakar hidup baginda tak seram
Darjat keimanan begitu mendalam

Ketentuan Allah segalanya mungkin
Api membahang bertukar dingin
Terselamat baginda, terkejut yang lain
Golongan mukmin bertambah yakin

Penyembah berhala baginda nasihat
Perbuatan mereka tiada manfaat
Hanya di dunia kasih terikat
Di hari kiamat saling melaknat

Giliran si kufur dibakar dahsyat
Pasti tiada sebarang penyelamat
Kekal diazab sepanjang hayat
Usah bermimpi mendapat rahmat


 bersambung ..

Monday, July 21, 2014

Al-Ankaabut ayat 19 - 23,

Al-Ankaabut Ayat  19  hingga  23

بسم الله الرحمن الرحيم


 29:19

29:20

29:21
29:22
29:23

Terjemahan ayat:

19.     Tidakkah mereka melihat dan memikirkan bagaimana Allah mencipta makhluk-makhluk pada mulanya, kemudian ia akan mengembalikannya (hidup semula sesudah matinya)???  Sesungguhnya yang demikian itu amatlah mudah bagi Allah
20.     Katakanlah:  “Mengembaralah kamu di muka bumi, serta lihatlah bagaimana Allah telah memulakan ciptaan makhluk-makhluk dari asal jadinya; kemudian Allah akan memulakan itu semula (pada hari akhirat) dalam bentuk kejadian yang baharu. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
21.     Ia menyeksa sesiapa yang dikehendakiNya (iaitu orang-orang yang ingkar) dan Ia juga yang memberi rahmat kepada sesiapa yang dikehendakiNya (iaitu orang-orang yang beriman); dan kepadaNyalah kamu semua akan dikembalikan (untuk menerima balasan)
22.     Dan kamu tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan Allah) di bumi dan tidak juga di langit (sekalipun); dan kamu tidak akan mendapat sebarang pelindung dan penolong yang lain dari Allah.
23.     Dan orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah dan pertemuan denganNya, mereka tetaplah orang-orang yang putus asa dari rahmatKu; dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Coretan madah:

Disambung kini madah yang lepas
Bermula dari ayat sembilanbelas (19)
Isi ayat cuba dikupas
Mencari maksud yang lebih jelas

Ayat berbentuk ala pertanyaan
Diajak manusia untuk memikirkan
Penciptaan asal segala kejadian
KepadaNya nanti semua dikembalikan

Berdiri Allah kudrat sendiri
Tiada yang mampu untuk menandingi
Menghidup, mematikan, apapun dikendaki
Dia empunya kuasa hakiki

Disuruh menggembara untuk melihat
Ciptaan Allah alam sejagat
Teringat kenangan belajar di barat
Terpegun melihat musim yang empat (Spring, Summer, Autumn dan Winter)

Pepohon segar di musim‘Spring’
Datang  ‘Autumn’  dedaun pun kering
Pepohon gondol ku kira mati
Kembali subur di musim berganti

Ayat(20) seakan berkaitan
Kehidupan pepohon di musim berlainan
Amat mudah Allah mengaturkan
Perihal manusia juga sedemikian
Hidup mati dalam penguasaan

Ayat (21) Allah menerangkan
Setiap perbuatan mendapat balasan
Rahmat kepada yang beriman
Yang kufur menerima siksaan

Langit dan bumi terbentang luas
Terpulang manusia untuk merentas
Namun kemampuan mereka terbatas
Pembuat dosa takkan terlepas
Di dunia dan akhirat pasti dibalas

Golongan kufur berlagak hebat
Mereka dustai keterangan ayat
Mengingkari bertemu Allah di akhirat
Kepada mereka terputus rahmat

Tersedia baginya neraka dahsyat
Azab perit sepanjang hayat
KepadaMu Allah ku pohon rahmat
Moga terhindar pekara sesat

Terjemahan ayat -5 dan 23 Surah Al-Ankabuut:

5.       Sesiapa yang percaya akan pertemuannya dengan Allah (untuk menerima balasan),  maka sesungguhnya masa yang telah ditetapkan oleh Allah itu akan tiba  (dengan tidak syak lagi)  dan Allah jualah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
23.     Dan orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah dan pertemuan denganNya, mereka orang-orang yang putus asa dari rahmatKu; dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Sekadar perbandingan:

Ayat 23 dan ayat 5
23 dicampur menjadi 5 (2+3)
Cuba renung isi kandungan
Keduanya merujuk tentang pertemuan

Golongan yakin bertemu Allah
Mengumpul amal mengharap rahmah
Menyibukkan diri mengingati Allah
Balasan syurga tersedia sudah

Golongan kufur berhati buta
Pertemuan Allah dianggap dusta
Kepada mereka Allah murka
Seksa pedih menanti di neraka

Cermin diri, siapakah kita
Ahli syurga atau neraka????
Andai syurga pasti suka
Kalau neraka bakal celaka


 bersambung..

Friday, July 18, 2014

Al-Ankaabut ayat 14 - 18

Ayat  14  hingga  18

 بسم الله الرحمن الرحيم

29:14
29:15
29:16
29:17
29:18

Terjemahan ayat:

14.     Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya, maka tinggallah ia dalam kalangan mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun (950); akhirnya mereka dibinasakan oleh taufan sedang mereka berkeadaan zalim (dengan kufur derhaka)
15.     Maka dengan itu Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya yang turut bersama dalam bahtera dan Kami jadikan bahtera itu satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Kami dan memberi pengajaran insaf) kepada sekalian makhluk.
16      Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya:  “Sembahlah kamu akan Allah dan taqwalah kepadaNya; yang demikian ini adalah baik bagi kamu jika kamu tahu (membezakan yang baik dari buruk)
17.     “Kamu hanyalah menyembah berhala-berhala yang diperbuat oleh orang, tidak menyembah Allah yang mencipta segala-galanya, dan kamu hanya mengadakan penyembahan yang dusta. Sesungguhnya mereka yang kamu sembah yang lain dari Allah itu, tidak berkuasa memberi rezeki kepada kamu; oleh itu carilah dari sisi Allah, dan sembahlah akan Dia, serta bersyukurlah kepadaNya; (ingatlah), kepada Allah jualah akan dikembalikan.
18.     Dan jika kamu terus-menerus mendustakan (ajaran ugama Allah yang aku sampaikan kepada kamu) maka sesungguhnya umat-umat yang sebelum kamu telah juga mendustakan (Rasul-rasulnya); dan (ingatlah) tugas Rasul hanya menyampaikan dengan penjelasan yang terang nyata

Coretan madah:

Nabi Nuh utusan Allah
Umatnya sesat berhala disembah
950 tahun baginda berdakwah
Hanya segelintir beroleh hidayah

Tempoh berdakwah begitu panjang
Lebih ramai bangun menentang
Tidak baginda mengaku kecundang
Pertolongan Allah diyakini datang

Bahtera dibina atas perintah
Walau diejek baginda tabah
Akhirnya umat dilanda bah
Hanyut tenggelam segalanya musnah

Bahtera rahmah jadi penyelamat
Sebagai bukti sekalian umat
Moga dijauhi perkara sesat
Kepada Allah kita bertaubat

Kisah Ibrahim menyusul kemudian
Menyeru umat meluruskan jalan
Keluar dari segala penyembahan
Menuju Allah Yang Maha Menciptakan

Warasnya otak pasti membantah
Ciptaan sendiri si kufur sembah
Tiada memberi sebarang faedah
Jauh sekali membawa musibah

Nikmat rezeki Allah beri
KepadaNya jua kita mensyukuri
Iman dan amal harus selari
Untuk bekalan kemudian hari


Tugas rasul membawa risalah
Membimbing umat ke jalan cerah
Umat kufur tertutup hidayah
Semuanya atas kekuasaan Allah


 bersambung..

Monday, July 14, 2014

Al-Ankaabut ayat 10- 13

Al-Ankaabut Ayat  10  hingga  13

بسم الله الرحمن الرحيم

29:10

29:11
29:12

29:13

Terjemahan ayat:


10.     Dan ada sebahagian dari manusia yang berkata:  “Kami beriman kepada Allah”  kemudian apabila ia diganggu dan disakiti pada jalan Allah, ia jadikan gangguan manusia itu seperti azab Allah  (lalu ia taatkan manusia)  Dan jika datang  pertolongan  dari Tuhanmu memberi kemenangan kepadamu,  mereka sudah tentu akan berkata:  “Kami adalah sentiasa bersama-sama kamu”. (Mengapa mereka berdusta???)Bukankah Allah lebih mengetahui akan apa terpendam dalam hati sekalian makhluk?
11.     Dan sesungguhnya Allah mengetahui akan orang-orang yang beriman, dan sesungguhnya Ia mengetahui akan orang-orang yang munafik
12.     Dan berkata pula orang-orang yang kufur ingkar kepada orang-orang yang beriman:  “Ikutlah jalan ugama kami, dan kami sedia menanggung kesalahan-kesalahan kamu (kalau kamu mengira perbuatan itu salah)”.  Padahal mereka tidak akan dapat menanggung kesalahan orang-orang yang bersalah itu sedikitpun, dan sesungguhnya mereka adalah berdusta.
13.     Dan sesungguhnya mereka akan menanggung beban-beban dosa mereka dan beban-beban (dosa orang-orang yang mereka sesatkan) bersama-sama dengan beban-beban dosa mereka sendiri; dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat kelak tentang apa yang mereka pernah ada-adakan secara dusta itu.


Coretan madah:

Ayat sepuluh kita berpindah
Sifat munafik mudah berubah
Beriman hanya dihujung lidah
Datang ujian (perang) berpaling tadah

Ketika kemenangan mukmin peroleh
Para munafik cuba berdalih
Mengakui bersama kemenangan diraih
Sedangkan Allah mengetahui lebih

An-Nisaa ayat 141* sama dirujuk
Sifat munafik begitu buruk
‘Talam dua muka’ sedemikan teruk
Di pihak menang merekalah sibuk

*Ayat - 141 surah An-Nisaa:

4:141
         
Terjemahan ayat:

(Mereka yang munafik itu ialah) orang-orang yang sentiasa menunggu-nunggu (berlakunya sesuatu) kepada kamu; maka kalau kamu mendapat kemenangan dari Allah (dalam sesuatu peperangan) berkatalah mereka (kepada kamu):  “Bukankah kami turut berjuang bersama-sama kamu?(Oleh itu kami juga berhak menerima bahagian dari harta rampasan perang)”.  Dan jika orang-orang kafir pula mendapat bahagian (yang menguntungkan dalam peperangan), berkatalah mereka (kepada orang-orang kafir itu):  “Bukankah kami turut membantu kamu dan mempertahankan kamu dari (serang balas) orang-orang yang beriman (dengan mendedahkan rahsia perpaduannya)?”  Maka Allah akan menghakimi di antara kamu semua pada hari kiamat; dan Allah tidak sekali-kali akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk membinasakan orang-orang yang beriman.


Masihkah ujud munafik ini???
Jawaban  ‘Ya’  berbeza situasi
Tiga sifatnya harus dijauhi
“Apabila bicara dia mendustai”
“Apabila berjanji dia mungkiri”
“Diberi amanah dia khianati”

Kini kita beralih cerita
Melihat si kafir berkata dusta
Menghasut mukmin turut serta
Keluar agama ke jalan buta

Konon sanggup memikul dosa
Kerana belum azab dirasa
Terkumpul nanti bebanan dosa
Baru menyesal peritnya siksa


 bersambung..

Friday, July 11, 2014

Al-Ankaabut ayat 5 - 9,

بسم الله الرحمن الرحيم

 29:5

29:6

29:7

29:8

29:9


Terjemahan ayat:

5.       Sesiapa yang percaya akan pertemuannya dengan Allah (untuk menerima balasan):  maka sesungguhnya masa yang telah ditetapkan oleh Allah itu akan tiba (dengan tidak syak lagi) dan Allah jualah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui
6.       Dan sesiapa yang berjuang (menegakkan Islam) maka sesungguhnya dia hanyalah berjuang untuk kebaikan dirinya sendiri; sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak berhajat sesuatupun) daripada sekalian makhluk
7.       Dan orang-orang yang beriman serta beramal sholeh sesungguhnya Kami akan hapuskan dari mereka kesalahan-kesalahan mereka, dan Kami akan membalas apa yang mereka telah kerjakan - dengan sebaik-baik balasan.
8.       Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibubapanya; dan jika mereka berdua mendesakmu supaya engkau mempersekutukan Daku  (dalam ibadatmu)  dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyi pengetahuan mengenainya, maka janganlah engkau taat kepada mereka. Kepada Akulah tempat kembali kamu semuanya, kemudian Aku akan menerangkan kepada kamu segala yang kamu telah kerjakan.
9.       Dan orang-orang yang beriman serta beramal sholeh, sudah tentu Kami akan masukkan mereka dalam kumpulan orang-orang yang sholeh (dengan mendapat sebaik-baik balasan)


Coretan madah:

Janji Allah adalah pasti
Bertemu denganNya di akhirat nanti
Syurga, neraka tersedia menanti
Sebagai balasan kekal abadi

Keringat jihad mengalir ikhlas
Nafsu ditempur berhempas pulas
Senjata iman sebagai pengalas
Andai berjaya syurga dibalas

Tiada pernah Allah berhajat
Maha berkuasa Dia bersifat
DaripadaNya datang segala manfaat
Begitu juga perkara mudharat

Selagi kita bergelar manusia
Tiada terlepas berbuat dosa
Kerana itu selalu digesa
Beristighfar dan amalan diperkasa

Beruntunglah bagi yang beriman
Amal kebajikan mendapat balasan
Dosa silam bakal dihapuskan
Di syurga menanti segala kenikmatan

Kita beralih ke ayat lapan
Mematuhi ibubapa suatu kewajiban
Melainkan mereka mengajak kekufuran
Memaksa anak menyekutukan Tuhan

Contoh:

Anak mualaf diberi cobaan
Tersepit antara kasih dan iman
Ayat lapan memberi keyakinan
Kasih ditatang, aqidah dipertahan

Bukan mudah untuk memilih
Terasa khuatir diri disisih
Yakinlah Allah Maha Pengasih
Kembali padaNya berkeadaan bersih

Kemudian menyusul ayat sembilan
Pemberitahuan pada orang beriman
Bersama sholehin mereka dikumpulkan
Dianugerahkan syurga sebaik-baik balasan


 bersambung

Madah Surah Al-Qadar

 بسم الله الرحمن الرحيم

Muqaddimah  Surah:

 Surah ini diturunkan di Makkah,  mengandungi lima ayat.  Dinamakan surah  “Al-Qadr”  (Kemuliaan),  kerana pada awal surah ini Allah menegaskan bahawa Ia telah menurunkan  Al-Quran pada malam  “Lailatul-Qadar”  (Malam Kemuliaan dan  Kebesaran).
 Yakni Allah mulai menurunkan Al-Quran pada malam yang mulia itu, kemudian diturunkan sedikit demi sedikit selama dua puluh tiga tahun,  (13 tahun di antaranya di Makkah, dan 10 tahun lagi di Madinah)
         
Intisari kandungannya:  

Menerangkan bahawa Al-Quran yang mulia, mula-mula diturunkan ialah pada malam yang mulia  -  “Malam Lailatul-Qadar”

Kemudian Allah menerangkan kemuliaan dan kebesaran malam itu kepada Baginda:  “Malam Lailatul-Qadar itu lebih baik dari seribu bulan!”
Yang bermaksud ibadat yang dikerjakan pada malam yang mulia itu lebih besar pahalanya daripada  amal ibadat yang dikerjakan pada seribu bulan yang lain.

Oleh kerana dalam surah yang lain diterangkan bahawa Al-Quran itu diturunkan oleh Allah dalam bulan Ramadhan maka dapatlah diketahui bahawa  “Malam Lailatul-Qadar”  yang berkat itu ialah salah satu malam dari bulan Ramadhan, tetapi tidak diterangkan malam yang mana satu?

Tujuannya supaya Baginda dan umatnya membanyakkan ibadat dan amal kebajikannya di sepanjang-panjang bulan Ramadhan, terutama pada 10 malam yang akhir dari bulan yang mulia itu.

 بسم الله الرحمن الرحيم

97:1

97:2

97:3

97:4

97:5

Terjemahan ayat:

1.       Sesungguhnya Kami telah menurunkan  (Quran)  pada malam  Lailatul-Qadar
2.       Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu??
3.       Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan
4.       Pada malam itu,  turun para malaikat dan Jibril  dengan izin Tuhan mereka , kerana membawa segala perkara  (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun yang berikut)
5.       Sejahteralah  Malam  (yang berkat)  itu hingga terbit fajar!

Coretan madah:

Hati diulit rindu
Ramadhan menggamit syahdu
Lailatul Qadar sedia menunggu
Namun harinya tiada yang tahu

Ia menjadi malam rahsia
Agar hambaNya tekun berusaha
Mempertingkatkan amal meraih redha
Bukan beramal sehari sahaja
  
Surah al-Qadr aku terpegun
Lima ayat indah tersusun
Tercatat di sini peristiwa berkurun
Peristiwa tentang Al-Quran turun

Alam langit peringkat pertama
Sekali gus diturunkan ia
Dari Lauh Mahfuz ke langit dunia  (Baitul Izzah)
Seperti maksud  ayat pertama  (dari surah Al-Qadr)

Kemudian berlaku peringkat kedua
Diturunkan Al-Quran ke alam dunia
Kepada Muhammad rasul mulia
Duapuluhtiga  (23)  tahun tempoh masanya

Al-Quran itu sungguh hebat
Penyuluh jalan daripada sesat
Permulaannya turun di malam keramat
Malam Lailatul Qadar penuh berkat

Keberkatan Lailatul Qadar tiada bandingan
Beramal di malamnya mendapat ganjaran
Ganjaran pahala seribu bulan
Menjadi idaman setiap insan

Inilah malam turunnya malaikat
Membawa urusan makhluk sejagat
Beruntung mereka beramal ibadat
Sehingga Subuh dinaungi rahmat

Terbukti agungnya mukjizat Al-Quran
Bukan sekadar penyuluh jalan
Ulang tahun penurunannya penuh kemuliaan
Lailatul Qadar kita dianugerahkan

Kita semarakkan bacaan Al-Quran
Kita pertingkatkan amal kebajikan
Terbiyah diri di bulan Ramadhan
Moga amalan dapat diteruskan



Wallah  hualam

Monday, July 7, 2014

Madah Surah Al-Ankaabut Ayat 1-4

Madah  Surah  Al-Ankaabut
(Labah-labah)
بسم الله الرحمن الرحيم

Mukadimah:

Tersimpul surah di dalam madah
Bukan mentafsir merubah surah
Ilham yang datang anugerah Allah
DaripadaNya jua segala hidayah

Coretan madah ditulis ikhlas
Air wuduk sebagai penggalas
Sholat hajat sebelum dan selepas
Menjadikan madah tersusun kemas

Ada golongan jenis tak kisah
Sepintas lalu dibaca madah
Menggeleng tidak, mengangguk entah?
Mungkin salah bahasa ku olah

Aku mengharap kritikan membina
Menyedari diri tidak sempurna
Bukan niat mengejar nama
Madah ingin dikongsi bersama

Moga difaham coretan madah
Mengajak kita bermuhasabah
Bahasa Al-Quran begitu indah
Dalam keindahan terselit perintah

Tersurat juga berbagai kisah
Untuk pengajaran sekalian ummah
Tanamkan semangat untuk berubah
Berubah kita ke jalan Allah

Inn syaa Allah
بسم الله الرحمن الرحيم
Ayat  1  hingga  4

29:1
29:2 
29:3
29:4

Terjemahan ayat::

1.       Alif Laam Min (Allah sahaja yang mengetahuinya)
2.       Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata:  “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)?
3.       Dan demi sesungguhnya!  Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu daripada mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang sebenar-benarnya beriman, dan nyata pula apa yang diketahuiNya tentang orang-orang yang berdusta.
4.       Bahkan patutkah orang-orang yang melakukan kejahatan menyangka bahawa mereka akan terlepas dari azab Kami?  Amatlah buruk apa yang mereka hukumkan itu.

Coretan  madah:

Ketemu lagi di arena madah
Setelah lama kita terpisah
Surah Al-‘Ankabuut kita berpindah
Membawa erti sang “labah-labah”

“Alif Laam Miin”mula kalimah
Sama seperti pembuka Al-Baqarah
Rahsia Allah kepada Rasulullah
Tiada mampu akal menterjemah

Ayat 2 hingga 4 bicara ujian
Sebagai ukuran terhadap keimanan
Al-Baqarah ayat 214* turut diperhatikan
Angka dan makna punya persamaan

* Ayat 214  Surah  Al-Baqarah

2:214

Terjemahan ayat:

Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu daripada kamu?  Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan harta benda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh ancaman bahaya musuh) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada besertanya:  “Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?”  Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada ugama Allah)


Coretan madah:

Teringat kisah Bilal bin Rabah
Jerih disiksa Quraisy Makkah
Namun keimanan tidak berubah
Tetap utuh mengEsakan Allah

Siapalah kita mengaku beriman
Andai tewas pada ujian
Membiarkan diri dikuasai syaitan
Na’uzubillah mohon dijauhkan

Allah mengecam pelaku jahat
Menyangka diri akan terselamat
Kerana di dunia merasa hebat
Azab pedih menanti di akhirat


bersambung..