Friday, September 26, 2014

Al-An Kabut Ayat 41-43

Ayat  41  hingga  43

بسم الله الرحمن الرحيم

29:41 
29:42
29:43

Terjemahan ayat:

41.     Misal bandingan orang-orang yang menjadikan benda-benda yang lain dari Allah sebagai pelindung-pelindung (yang diharapkan pertolongan) adalah seperti labah-labah yang membuat sarang (untuk menjadi tempat perlindungannya);  padahal sesungguhnya sarang-sarang yang paling rapuh ialah sarang labah-labah, kalaulah mereka orang-orang yang berpengetahuan.
42.     Sesungguhnya Allah mengetahui (kepalsuan) apa jua yang mereka sembah yang lain daripadaNya, dan Allah jualah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana
43.     Dan misal-misal perbandingan yang demikian itu Kami kemukakan kepada umat manusia, dan hanya orang-orang yang berilmu yang dapat memahaminya.

  
Coretan madah:

Lama surah aku tercengang
Labah-labah bukan sembarangan
Diambil misalan binaan sarang
Rapuhnya sarang semua terbayang
Dihembus angin punah melayang

Begitulah misalan si kufur sembah
Penyekutuan Allah tiada faedah
Hanya terhasil penat menyembah
Tiada perlindungan selain Allah

Terjentik minda dik sang labah
Ingin dikongsi peristiwa hijrah
Di gua Thur bersembunyi Rasulullah
Bersama Abu Bakar menemaninya tabah

Keadaan genting dalam persembunyian
Kemaraan musuh jelas kedengaran
Segera Allah mengirim bantuan
Sarang labah-labah sebagai perlindungan

Pihak musuh akhirnya teperdaya
Kerapuhan sarang mereka percaya
Mereka lupa Allah Maha Upaya
Terselamat kekasihNya daripada bahaya


 Wallah hualam

Friday, September 12, 2014

Al Ankaabut ayat 38-40


Ayat  38  hingga  40

بسم الله الرحمن الرحيم

29:38

29:39
29:40

Terjemahan  ayat:

38.     Dan  (ingatkanlah peristiwa kebinasaan)  Aad  (kaum Nabi Hud) dan Thamud  (kaum Nabi Salih); dan telahpun ternyata kepada kamu sebahagian dari bekas-bekas tempat kediaman mereka; dan  (kebinasaan mereka yang demikian telah disebabkan)  syaitan memperolokkan pada pandangna mereka;  amal-amal mereka  (yang jahat itu),  lalu ia menghalangi mereka dari jalan Allah;  padahal mereka orang-orang yang bijak pandai dan berakal  (yang dapat membezakan yang benar dan yang salah)
39.     Dan (ingatkanlah juga peristiwa kebinasaan) Qarun dan Firaun serta Haman.  Dan demi sesungghunya Nabi Musa telah datang kepada mereka membawa keterangan-keterangan (mukjizat) yang jelas nyata, lalu mereka berlaku sombong takbur di bumi (mendustakannnya),  padahal mereka tidak dapat melepaskan diri  (dari azab Allah).
40.     Maka masing-masing Kami binasakan dengan sebab dosanya, iaitu di antaranya ada yang Kami hantarkan angin menghujaninya dengan batu; dan ada yang dibinasakan dengan letusan suara yang menggempakan bumi;  dan ada yang Kami timbuskan dia di bumi; dan ada pula yang Kami tenggelamkan di laut.  Dan (ingatlah) Allah tidak sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi  merekalah yang menganiaya diri sendiri.

Coretan  madah:

Diutus rasul silih berganti
Dakwah dibawa seikhlas hati
Mengharap umat akan mengerti
Mengajak kebaikkan, mungkar dihenti

Perjuangan rasul ditentang umat
Secara terangan berbuat jahat
Sampai ketika Allah melaknat
Diturunkan azab sebegitu dahsyat

Kaum Aad di zaman Hud
Kaum Salleh dikenali Tsamud
Dalam Al-Quran banyak disebut
Dikisahkan ngeri nyawa tercabut

Kedua kaum disebut beriringan
Jarak peristiwa agak berdekatan
 Namun umat dikuasai syaitan
Tiada diambil sebarang pengajaran

Peristiwa azab terus berlarutan
Zaman Musa menarik perhatian
Kisah Qarun, Firaun dan Haman
Mereka takabur mendustai keterangan

Dibaham bumi si angkuh Qarun
Ditelan laut Harman dan Firaun
Tidakkah ada perasaan gerun???
Melihat azab yang telah turun

Bencana azab sebagai hukuman
Diturunkan untuk memberi pengajaran
Bukan Allah membuat penganiayaan
Diri sendiri melakukan kezaliman


“LAA  ILA  HA  ILLA  ANTA  SUBHANAKA

INNI  KUNTU  MINAZ  DZALIMIIN”

Bersambung

Friday, September 5, 2014

Al-Ankaabut Ayat 36-37


Ayat  36  dan  37

بسم الله الرحمن الرحيم

29:36 
29:37

Terjemahan ayat:

36.     Dan (Kami utuskan) kepada penduduk Madyan saudara mereka; Nabi Syuaib lalu ia berkata:  “Wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah, dan kerjakanlah amal sholeh dengan mengharapkan pahala akhirat, dan jangan kamu melakukan kerosakan di bumi.

37.     Maka mereka mendustakannya, lalu mereka dibinasakan oleh gempa bumi, serta menjadilah mereka mayat-mayat yang tersungkur di tempat tinggal masing-masing.

Coretan  madah:

Kisah Nabi Syuaib kita beralih
Mengajak kaumnya beramal sholih
Mereka ingkar dunia dipilih
Seruan Nabi mereka perlekeh

Sekelip mata azab datang
Bumi bergoncang begitu kencang
Suara gemuruh teramat lantang
Umat terkejut mati tergelimpang

Surah Al-‘Araaf menjadi rujukan
Ayat 86 hingga 93*membawa keterangan
Tiada amanah dalam perniagaan
Umatnya tamak menipu timbangan


*  Ayat  86  hingga  93  Surah Al-Araaf

7:86
7:87
7:88

7:89
7:90
7:91
7:92
7:93

Terjemahanayat::

86.     “Dan janganlah kamu duduk pada tiap-tiap jalan lalu-lalang dengan menakut-nakutkan dan menghalangi orang-orang yang beriman dari melalui jalan Allah, dan kamu pula menghendaki supaya jalan Allah itu bengkok terpesong.  Dan ingatlah semasa kamu dahulu sedikit bilangannya lalu Allah menjadikan kamu kembang ramai, serta perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berbuat kerosakan.
87.     “Dan jika ada segolongan dari kamu beriman kepada wahyu  (perintah-perintah Allah) yang aku telah diutuskan untuk menyampaikannya,  dan dan segolongan lagi tidak beriman, maka sabarlah sehingga Allah menjalankan hukumanNya di antara kita semua, dan Dialah jua sebaik-baik hakim”
88.     Ketua-ketua yang sombong dari kaum Nabi Syu’aib berkata; “Sesungguhnya kami akan mengusirmu wahai Syu’aib dan orang-orang yang beriman yang menjadi pengikut-pengikutmu dari negeri kami ini, atau kamu berpindah kepada ugama kami”.  Nabi Syu’aib menjawab:  adakah (kamu hendak melakukan yang demikian) sekalipun kami tidak menyukainya?
89.     “Sesungguhnya (bermakna) kami berdusta terhadap Allah, jika kami berpindah kepada ugama kamu sesudah Allah menyelamatkan kami daripadanya.  Dan tidaklah kami berpindah kepadanya sama sekali, kecuali jika Allah.Tuhan kami, menghendakinya.Pengetahuan Tuhan kami meliputi akan tiap-tiap sesuatu.Kepada Allah jualah kami bertawakal.Wahai Tuhan kami, hukumkanlah antara kami dan kaum kami dengan kebenaran  (keadilan), kerana Engkau jualah sebaik-baik Hakim.
90.     Dan berkatalah pula Ketua-ketua yang kafir dari kaum Nabi Syu’aib (kepada orang ramai):  “Sesungguhnya jika kamu mengikut Syu’aib, nescaya kamu dengan perbuatan yang demikian menjadilah orang-orang yang rugi”.
91.     Maka mereka dibinasakan oleh gempa, lalu menjadilah mereka mayat-mayat yang tersungkur di tempat masing-masing.
92.     Orang-orang yang mendustakan Nabi Syu’aib   (punah-ranah) seolah-olah mereka tidak pernah mendiami negeri itu. Orang-orang yang mendustakan Nabi Syu’aib merekalah orang-orang yang rugi
93.     Kemudian Nabi Syu’aib meninggalkan mereka sambil berkata:  “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada kamu perintah-perintah Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepada kamu.Oleh itu tidaklah aku merasa sedih terhadap orang-orang kafir (yang telah binasa itu)”

 Bersambung