Thursday, July 28, 2016

Al- Waqi'ah Ayat 83 - 87

 
بسم الله الرحمن الرحيم


فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ


وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ


وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَٰكِن لَّا تُبْصِرُونَ


فَلَوْلَا إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ


تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ


Terjemahan  - ayat 83 hingga 87:

83.    Maka alangkah eloknya kalau semasa (roh seseorang dari kamu yang hampir mati) sampai ke kerongkongnya
84.    Sedang kamu pada masa itu (berada di sekelilingnya)  menyaksikan keadaannya
85.    Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat
86.    Maka bukankah elok kalau kamu orang-orang yang tidak dikuasai (dan tidak tunduk kepada kekuasaan Kami)
87.    Kamu kembalikan roh itu (kepada keadaan sebelumnya) jika betul kamu orang-orang yang benar?

Coretan madah:

Insan terbaring di kamar sepi
Kerabat dan rakan berada di sisi
Mereka hanya mampu menangisi
Tercabut roh tanpa sangsi

Ayat 87 makhluk dicabar
Andai sikufur orangnya benar
Bolehkah simati kembali sedar
Mustahil dapat takdir ditukar

Sehebat manapun insan
Hatta Firaun mengaku Tuhan
Takkan terhalang saat kematian
Kepada Allah semua dikembalikan


bersambung

Monday, July 25, 2016

Al-Waqi'ah Ayat 75 - 82


بسم الله الرحمن الرحيم


فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ


وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ


إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ


فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ


لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ


تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ


أَفَبِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ


وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ

Terjemahan - ayat 75 hingga 82:

75.    Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang
76.    Dan sebenarnya sumpah itu adalah sumpah yang benar, kalaulah kamu mengetahuinya
77.    Bahawa sesungguhnya (yang dibacakan kepada kamu) itu adalah Al-Quran yang mulia, (yang sentiasa memberi ajaran dan pimpinan)
78.    Yang tersimpan dalam kitab yang cukup terpelihara
79.    Yang tidak disentuh melainkan oleh makhluk-makhluk yang diakui bersih suci
80.    Al-Quran itu diturunkan dari Allah Tuhan sekalian alam
81.    Patutkah kamu (wahai golongan yang kufur ingkar) memandang remeh terhadap keterangan-keterangan Al-Quran ini?
82.    Dan kamu jadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) untuk mendustakan (Nya)



Coretan madah:

Penyataan sumpah tegas dan jelas
Bergalaskan bintang sebegitu luas
Bukan olokan sumpahNya berasas
Tersentap kalbu di jiwa membekas

SubhanAllah…

Kemuliaan Al-Quran amat ketara
Allah sendiri jadi pemelihara
Inilah mukjizat paling istimewa
Namun ada yang ambil lewa

Ayat 82 Allah menegur
Ada manusia berlaku kufur
Rezeki dinikmati tidak bersyukur
Mereka angkuh bersikap takbur


bersambung..

Thursday, July 21, 2016

Al-Waqi'ah Ayat 71 - 74



بسم الله الرحمن الرحيم


أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ


أَأَنتُمْ أَنشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنشِئُونَ


نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِّلْمُقْوِينَ


فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ


Terjemahan  - ayat 71 hingga 74:

71.    Akhirnya, tidakkah kamu melihat api yang kamu nyalakan (dengan cara digesek)?
72.    Kamukah yang menumbuhkan pokok kayunya, atau Kami yang menumbuhkannya?
73.    Kami jadikan api (yang tercetus dari kayu basah) itu sebagai peringatan (bagi orang-orang yang lalaikan kebenaran hari akhirat) dan sebagai benda yang memberi kesenangan kepada orang-orang musafir.
74.    Oleh yang demikian – (wahai orang yang lalai) – bertasbihlah dengan memuji nama Tuhanmu Yang Maha Besar (sebagai bersyukur akan nikmat-nikmat-Nya itu)


Cetusan madah:

Kecil-kecil menjadi kawan
Sudah besar bertukar lawan
Teka teki penyambung ungkapan
Pastilah api sebagai jawapan

Gesekan kayu terhasil nyalaan
Nyalaan api jadi peringatan
Api neraka bukan mainan
70 kali ganda tahap kepanasan
        
Rasulullah bersabda: -

 “Api yang kalian nyalakan adalah satu bahagian dari tujuh puluh bagian dari api Jahannam”  HR al-Bukhar


Api kecil dikatakan kawan
Sumber haba musafir kedinginan
Sebagai penyuluh menyinari jalan
Begitulah fungsinya serba memudahkan

Dibayangkan api ‘2 in 1’
Menjadi kawan, menjadi lawan
Sebagai kawan, dipanjatkan kesyukuran
Berbagai nikmatnya memberi kesenangan

Sebagai lawan kita diperingatkan
Api neraka buruknya gambaran
Kita jauhi segala kemungkaran
Agar tidak menyesal kemudian



bersambung..