بسم الله الرحمن الرحيم
أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ
أَأَنتُمْ أَنشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنشِئُونَ
نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِّلْمُقْوِينَ
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
Terjemahan - ayat 71 hingga 74:
71. Akhirnya,
tidakkah kamu melihat api yang kamu nyalakan (dengan cara digesek)?
72. Kamukah
yang menumbuhkan pokok kayunya, atau Kami yang menumbuhkannya?
73. Kami
jadikan api (yang tercetus dari kayu basah) itu sebagai peringatan (bagi
orang-orang yang lalaikan kebenaran hari akhirat) dan sebagai benda yang memberi
kesenangan kepada orang-orang musafir.
74. Oleh
yang demikian – (wahai orang yang lalai) – bertasbihlah dengan memuji nama
Tuhanmu Yang Maha Besar (sebagai bersyukur akan nikmat-nikmat-Nya itu)
Cetusan madah:
Kecil-kecil menjadi kawan
Sudah besar bertukar lawan
Teka teki penyambung ungkapan
Pastilah api sebagai jawapan
Gesekan kayu terhasil nyalaan
Nyalaan api jadi peringatan
Api neraka bukan mainan
70 kali ganda tahap kepanasan
Rasulullah bersabda: -
“Api yang
kalian nyalakan adalah satu bahagian dari tujuh puluh bagian dari api
Jahannam” HR al-Bukhar
Api kecil dikatakan kawan
Sumber haba musafir kedinginan
Sebagai penyuluh menyinari jalan
Begitulah fungsinya serba memudahkan
Dibayangkan api ‘2 in 1’
Menjadi kawan, menjadi lawan
Sebagai kawan, dipanjatkan kesyukuran
Berbagai nikmatnya memberi kesenangan
Sebagai lawan kita diperingatkan
Api neraka buruknya gambaran
Kita jauhi segala kemungkaran
Agar tidak menyesal kemudian
No comments:
Post a Comment