Thursday, July 21, 2016

Al-Waqi'ah Ayat 71 - 74



بسم الله الرحمن الرحيم


أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ


أَأَنتُمْ أَنشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنشِئُونَ


نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِّلْمُقْوِينَ


فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ


Terjemahan  - ayat 71 hingga 74:

71.    Akhirnya, tidakkah kamu melihat api yang kamu nyalakan (dengan cara digesek)?
72.    Kamukah yang menumbuhkan pokok kayunya, atau Kami yang menumbuhkannya?
73.    Kami jadikan api (yang tercetus dari kayu basah) itu sebagai peringatan (bagi orang-orang yang lalaikan kebenaran hari akhirat) dan sebagai benda yang memberi kesenangan kepada orang-orang musafir.
74.    Oleh yang demikian – (wahai orang yang lalai) – bertasbihlah dengan memuji nama Tuhanmu Yang Maha Besar (sebagai bersyukur akan nikmat-nikmat-Nya itu)


Cetusan madah:

Kecil-kecil menjadi kawan
Sudah besar bertukar lawan
Teka teki penyambung ungkapan
Pastilah api sebagai jawapan

Gesekan kayu terhasil nyalaan
Nyalaan api jadi peringatan
Api neraka bukan mainan
70 kali ganda tahap kepanasan
        
Rasulullah bersabda: -

 “Api yang kalian nyalakan adalah satu bahagian dari tujuh puluh bagian dari api Jahannam”  HR al-Bukhar


Api kecil dikatakan kawan
Sumber haba musafir kedinginan
Sebagai penyuluh menyinari jalan
Begitulah fungsinya serba memudahkan

Dibayangkan api ‘2 in 1’
Menjadi kawan, menjadi lawan
Sebagai kawan, dipanjatkan kesyukuran
Berbagai nikmatnya memberi kesenangan

Sebagai lawan kita diperingatkan
Api neraka buruknya gambaran
Kita jauhi segala kemungkaran
Agar tidak menyesal kemudian



bersambung..

No comments:

Post a Comment