بسم الله الرحمن الرحيم
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الْأُولَىٰ فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ
Terjemahan -ayat
62:
62. Dan demi sesungguhnya kamu telah sedia
mengetahui tentang penciptaan diri kamu kali pertama, maka ada baiknya kalau
kamu mengambil ingatan (bahawa Allah yang telah menciptakan kamu dari tiada
kepada ada, berkuasa membangkitkan kamu hidup semula pada hari akhirat kelak)
Coretan madah:
Ayat ini mengingatkan manusia
Penciptaan kita bukan sia-sia
Penuhkan bekalan ketika dunia
Moga di akhirat tergolong mulia
Terjemahan - ayat 63 hingga
67:
63. Maka
(mengapa kamu masih berdegil) Tidakkah
kamu melihat apa yang kamu tanam?
64 Kamukah
yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkannya?
65. Kalau
Kami kehendaki, sudah tentu Kami jadikan tanaman itu kering hancur (sebelum ia
berbuah) maka dengan itu tinggallah kamu dalam keadaan hairan dan menyesal
66. (Sambil
berkata): “Sesungguhnya kamu menanggung
kerugian
67. “Bahkan
kamu hampa (dari mendapat sebarang hasil)”
Cetusan madah:
Tanaman sebagai sumber makanan
Manusia menanam Tuhan menumbuhkan
Subur atau kering atas takdir Tuhan
Mustahil manusia dapat menentukan
Setengahnya menyombongi usaha tangan
Megah melihat kesuburan tanaman
Sibuk menghitung segala keuntungan
Mereka lupa amanah Tuhan
Kemurkaan Tuhan jangan diundang
Penyakit atau serangga boleh menyerang
Bencana alam tak mustahil datang
Sekelip mata segalanya hilang ***
*** Surah Al-Kahfi - ayat 42:: -
وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنفَقَ فِيهَا وَهِيَ
خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا
Dan segala tanaman serta hartabendanya itu pun
dibinasakan lalu jadilah dia membalik-balik kedua tapak tangannya (kerana
menyesal) terhadap segala perbelanjaan yang telah dibelanjakannya pada
kebun-kebunnya, sedang kebun-kebun itu runtuh junjung-junjung tanamannya sambil
dia berkata: Alangkah baiknya kalau aku
tidak sekutukan sesuatupun dengan Tuhanku!
No comments:
Post a Comment